Pesan untuk ami
December 16, 2008
Double post yang pertama….
Memang sejak lama saya berniat migrasi dari blog frenster ini karena guyuran spam yang makin menggila. Di manakah rumah baruku?
lagi dipermak dan dibangun, masih belum layak huni.
Ami, bahagia itu memang harus datang dari dalam diri. Bukan karena kita dicintai, bukan karena kita mencintai. Jenak waktu ini membuka mata dan hatiku betapa banyaknya orang di dunia ini yang ingin membagi bahagianya untukku. Salah seorang temanku mengirimi aq puisi ini ami,
AFTER A WHILE
-Veronica A. Shoffstall-
After a while
you learn the subtle difference
between holding a hand and chaining a soul
And you learn
that love doesn’t mean learning
and company doesn’t mean security
And you begin to learn
that kisses aren’t contracts
and presents aren’t promises
And you begin to accept your defeats
with your head up and your eyes ahead
with the grace of a woman
not the grief of a child
And you learn to build all your roads on today
because tomorrow’s ground is too uncertain for plan
and futures have a way of falling down mid-flight
After a while you learn
that even sunshine burns if you get too much
So you plant your own garden
and decorate your own soul
Instead of waiting for someone to bring you flowers
And you learn that you really can endure
You really are strong
You really do have worth
and you learn
and you learn
with every goodbye, you learn
Dan aq sangat bersyukur karenanya.
Ami, genap satu setengah bulan lagi kau akan melepas masa lajangmu. Maafkan aq yang tidak bisa di sampingmu saat kau menyiapkan salah satu peristiwa terpenting dalam hidupmu. Maaf karena saat ini yang kupunya hanya doa untukmu.
Ami, aq belajar banyak hal dalam rentang waktu dua puluh tiga tahun ini. Bahwa menjadi dewasa bukanlah berarti kita harus selalu membuat keputusan yang benar. Menjadi dewasa berarti kita harus menghadapi semua konsekuensi dari pilihan kita. (credit to Ugly Betty)
Ami, di tengah-tengah kesibukanmu, bolehkah aq memintamu untuk menyisipkan suatu doa. Untukku, agar aq bisa selalu bersyukur menerima semua karuniaNya dan bersabar atas semua cobaanNya.
Ami, I know I will be okay…though there are still some promises broken, though there’s still a heart broken…(credit to my friend Swasti)
Cause this pain is inevitable, but still bearable…but I am not welcoming moaning, agonizing, wallowing whatsoever….I just need a moment…to heal and recover completely…
Ami, tunggulah aq, aq akan datang, pada hari pernikahanmu, dengan senyum mengembang di bibirku, dengan syukur di hatiku, dengan kepasrahan di dadaku….
Je t’aime…Ami…
Entry Filed under: Tempat Sampah. .
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed